Sudah beberapa waktu ini, setiap kali aku bertemu atau melihat seorang anak kecil (baca: balita dan batita), yang terlihat sangat amat lucu dan menggemaskan, pasti satu komentar yang keluar dari mulutku,
“Lucunya…”, (dengan wajah yang so excited melihatnya)
Lucunya, kata-kata itu seringnya terucap pada saat aku bersama dengannya. Ingin tahu apa kalimat yang dia katakan setiap kali aku mengucapkan itu?
“Wes… mesti iki. Setiap kali ada anak kecil, mesti dibilang lucu. Hhh…”, (kadang-kadang sambil mencubit aku… mencubit gemas pastinya khan?!)
Hhmm… Entah mengapa, akhir-akhir ini, aku selalu mengucapkan kata-kata itu. Bahkan, kadang-kadang jika anak kecil itu ramah, aku dengan senang hati menggodanya (baca: ngudang, dalam bahasa Jawa). Senang rasanya melihat ada anak kecil yang berhasil aku kudang… Seperti ada kepuasan tersendiri…
Ada beberapa teman yang mengatakan begini,
“Wes, Ye… Wes wayahe iku…” (“Wah, Ye… Sudah waktunya itu…”)
“Wes ta Ye… ndang nggawe dhewe kana…” (“Sudahlah Ye… Buruan bikin sendiri sana…”)
Malahan, ada yang mengatakan begini,
“Ada 2 cara Ye, mau yang legal atau ilegal? Kalo yang legal, caranya agak ribet dan butuh waktu serta uang… Tapi kalo yang ilegal, asal mau sama mau dan suka sama suka, langsung aja…
“
Hello, guys…?!?!?! Untuk ide yang terakhir itu (yang secara ilegal)… I don’t think that I’m gonna do that…
I prefer the legal one…
Sebenarnya, sudah sejak lama aku merasakan keinginan ini. Keinginan untuk memiliki anak. Sejak kapan coba? Sejak aku kelas 3 SMA. Aku memang sangat menginginkan hal itu segera terwujud (in legal way, of course). Wanita mana siy yang tidak menginginkan hal itu? Aku rasa tidak ada… Ga salah khan kalau aku merasakan itu?!
Aku ingin sekali merasakan proses menjadi ibu, mulai dari hamil sampai nanti membesarkannya.
Hmm… Kapan yach…?!