[Ceritaku] Hujan…

Hari Minggu kemarin, 10 Mei 2009, hujan mengguyur kota Surabaya. Lumayan lama, sekitar 7 – 8 jam (well, sebenarnya tidak bisa dibilang “lumayan” yachYe). :D

Hujan hari Minggu itu, membuatku tidak bisa pergi kemana-mana. Bahkan, ada seorang teman kosku yang tadi pada saat berangkat cuaca sedang dalam keadaan yang “baik-baik” saja, eh… dia kembali pada saat keadaan sudah hujan. Kasihan…

Kemudian, sekitar pukul 13.00, ada sms dan telepon dari seseorang (yang sering saya ceritakan dalam cerita saya di blog ini – Ye). Saya baru mengetahui bahwa dia mengirimkan sms dan menelepon ke hape CDMA saya, maafkan saya yach karena baru mengetahuinya (Jangan marah yachYe).

Pada saat saya menelepon dia, saya sempat mengucapkan kalimat,

“Mbencekno, ujan… jadi ga bisa kemana-mana…”

(“Membencikan, hujan… jadi tidak bisa kemana-mana…” – Ye)

Kemudian, dia mengatakan ini,

“Lho? Koq benci…? Arep benci nang sopo? Benci nang sing nggawe udan ta? Ngawur ae…!”

(“Lho? Koq benci? Ingin benci ke siapa? Benci ke yang membuat hujan kah? Jangan asal…!” – Ye)

“Repot ancene menungso iku. Diwenehi udan ngersulo, diwenehi panas tambah ngersulo… Hhh…”.

(“Memang repot manusia itu… Diberi hujan mengeluh… Diberi panas juga tambah mengeluh… Hhh…” – Ye)

Deg… Jujur saja… Saya merasa seperti tertampar. Plaaakkk

Iya… saya benar-benar merasa seperti tertampar pada saat dia mengatakan itu.

“Betul juga…”, begitu pikir saya.

“Astaghfirullah hal’adzim…”, saya langsung beristighfar.

Kemudian, saya langsung minta maaf dan mohon ampunan kepada ALLAH SWT,

“Ya ALLAH… hamba tidak bermaksud mengatakan kata-kata itu dengan maksud dan tujuan untuk menghujatmu atau membencimu ya ALLAH… Maafkan dan ampuni hamba ya ALLAH…”.

Ya ALLAH… saya benar-benar tidak ada maksud apa-apa mengatakan hal itu tadi. Saya hanya mengungkapkan kekesalan atau kekecewaan saya pada saat itu, karena saya tidak bisa keluar dari kos untuk mencari makan. Bukan kekesalan atau bahkan kekecewaan kepada-MU Ya ALLAH. Saya benar-benar tidak ada maksud untuk membenci atau menghujat ALLAH SWT karena datangnya hujan.

Terimakasih kepada dirimu, karena telah menyadarkanku dari kekhilafanku. Terimakasih sekali…. Terimakasih banyak…

Sejak saat itu, saya bertekat akan selalu bersyukur apapun yang ALLAH berikan kepada saya… hujan… angin… panas…dingin… atau apapun itu…

InsyaALLAH…

P.S: Sedang mencoba dan belajar untuk lebih bersyukur lagi, atas apapun anugerah dan pemberian dari ALLAH SWT… :)

Diterbitkan di:  on Mei 11, 2009 at 6:16 pm Komentar (4)
Tags:

[Quotes] Ketika Aku Memikirkan Tentang CINTA…

Ketika aku memikirkan tentang CINTA…

  1. Sangatlah menyakitkan mencintai seseorang, tetapi ia tidak mencintai kita. Namun lebih menyakitkan bila mencintai tetapi tidak memiliki keberanian untuk menyatakannya.
  2. Hanya perlu satu menit untuk menghancurkan seseorang karena cinta, satu jam untuk menyukai seseorang atau satu hari untuk mencintainya. Tetapi membutuhkan waktu seumur hidup untuk memulihkan luka-luka karena cinta. Melupakan bukan selalu berarti memaafkan. Maka jangan pernah lari dari kenyataan cinta.
  3. Mungkin Tuhan menginginkan kita untuk bertemu dengan orang yang tidak tepat sebelum kita menemukan orang yang tepat. Supaya ketika kita bertemu dengan orang yang tepat kita akan sadar betapa berharganya anugerah itu.
  4. Cinta adalah ketika kamu menerima seluruh kelemahan kekasihmu, memeluknya sambil berkata “Apapun yang terjadi aku tetap mencintai kelemahanmu” dan selalu ada air mata yang menyertai “Aku Cinta Padamu”.
  5. Benarlah bahwa kita tidak tahu apa yang kita dapatkan sampai kita kehilangan itu. Tetapi benar juga bahwa kita tidak tahu apa yang hilang sampai itu ada. Maka sadarlah yang terbaik adalah yang Tuhan berikan bagi kita.
  6. Janganlah mengharapkan cinta sebagai balasan, tunggulah sampai cinta itu bertumbuh dalam hatinya, jika tidak pastikan bahwa cinta itu tetap tumbuh dalam hatimu. Cinta yang murni adalah cinta yang hanya mengenal satu kata, yaitu “Memberi”
  7. Ada hal yang ingin kamu dengar dari dia, tetapi dia diam seribu bahasa, walau demikian janganlah kamu menjadi tuli ketika seseorang meneriakkan cinta dihatimu.
  8. Jangan pernah berkata “Selamat tinggal” jika hatimu masih ingin mencobanya, jangan menyerah ketika kamu merasa masih dapat maju. Jangan pernah berkata “Aku tidak mencintaimu lagi” kalau kamu tidak dapat membiarkannya pergi untuk selamanya.
  9. Cinta datang kepada mereka yang masih mempunyai harapan, walaupun 1001 kali mereka dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya meskipun mereka telah dikhianati, kepada mereka yang memiliki keberanian untuk membangun kepercayaan “sekali lagi” ketika kekecewaan itu ada.
  10. Permulaan cinta adalah membiarkan mereka yang kita cinta menjadi diri mereka sendiri, orang berbahagia karena cinta tidak pernah memiliki seluruh apa yang mereka impikan, mereka hanya melakukan 1 hal yaitu cinta yang cukup untuk menutup kelemahan kekasih mereka …..
Diterbitkan di:  on Mei 5, 2009 at 12:32 pm Komentar (2)
Tags:

[Resepku] Ayam Bumbu Kecap by Me

Bahan:

  • 500 gram ayam (lebih enak kalau menggunakan ayam kampung, tapi kalau tidak ada ayam kampung ya tidak apa-apa menggunakan ayam potong), potong-potong sesuai selera
  • 1 buah Bawang Bombay ukuran yang besar, iris tipis-tipis
  • 3 siung Bawang Putih, iris tipis-tipis
  • 1 Buah tomat ukuran besar, potong jadi 8-12 bagian
  • 7 sendok makan kecap
  • 1-2 batang daun bawang, iris kecil-kecil
  • Garam, secukupnya
  • Gula, secukupnya
  • Merica, secukupnya
  • Air, sedikit saja

Cara membuat:

  • Tumis Bawang putih sampai harum, kemudian masukkan bawang Bombay. Tumis sampai layu.
  • Kemudian, masukkan tomat, tumis kembali.
  • Masukkan ayam, kecap, garam, merica dan gula. Aduk-aduk sampai merata.
  • Masak di atas api sedang (jangan terlalu besar apinya-Ye), tunggu hingga ayam mengeluarkan air/kaldunya.
  • Kemudian bisa ditambahkan air sedikit saja.
  • Masak hingga bumbu merasuk ke dalam ayam dan airnya menyusut.
  • Sebelum dihidangkan, masukkan/taburi dengan daun bawang.
  • Ayam Bumbu Kecap siap dihidangkan. Yummy….

*****

Ayam Bumbu Kecap by Me ini kemarin hari Sabtu, 2 Mei 2009 berhasil kumasak. Dan ternyata, rasanya enak lho.

Yang mengatakan rasanya enak bukan hanya diriku (mentang-mentang aku yang memasaknya-Ye), tapi anak-anak di kos juga mengatakan seperti itu.

Enak mbak ayam kecapnya…

:)

Yay… I did it guys… Senang rasanya masakanku dibilang enak.

Tetapi, anehnya… aku lebih suka memasak daripada memakan masakanku sendiri. Bagiku, pada saat memasak, apabila pada saat merasakan masakanku (icip-Ye) enak… bagiku cukup.

Yup… enak. Sip dech…

That’s it… :D

*****

Diterbitkan di:  on Mei 4, 2009 at 12:51 pm Komentar (2)
Tags: ,