Beberapa hari yang lalu, aku membaca blog seorang teman. Di situ dia menuliskan tentang perbedaan usia antara laki-laki dan perempuan, di sini alamat blog-nya:
http://coretanaprillia.wordpress.com/2009/08/05/menikah-dengan-laki-laki-yang-lebih-muda/
Ehm… Yang ingin aku bahas di sini bukanlah mengenai perbedaan usia antara laki-laki dan perempuan. Tetapi lebih mengenai hubungan antara laki-laki dan perempuan.
Mengutip tulisan temanku itu, yang isinya:
…Karena perempuan adalah makhluk yang paling mudah berkompromi. Berkali-kali disakiti laki-laki, perempuan itu akan selalu memberi ruang besar untuk memaafkan…”
Membacanya, membuatku berpikir, “Iya… benar juga…”.
Seorang perempuan, terlebih lagi jika dia sudah menyukai seorang laki-laki (dalam hal ini jatuh cinta/cinta – Ye), akan menjadi seorang yang sangat mudah berkompromi dengan laki-laki yang mereka sayangi (baca: cintai – Ye).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kompromi adalah:
kom·pro·mi n persetujuan dng jalan damai atau saling mengurangi tuntutan (tt persengketaan dsb):kedua kelompok yg berselisih itu diusahakan berdamai dng jalan –;
ber·kom·pro·mi v bersetuju dng jalan damai (saling mengurangi tuntutan); melakukan kompromi
*****
Seorang perempuan akan (mencoba) memahami bagaimana laki-laki yang mereka sayangi. Mereka akan berusaha (sekuat tenaga) untuk mengerti, memahami dan pada akhirnya (mencoba) berkompromi dengan laki-laki. Entah itu sikap-sikap mereka (baca: laki-laki – Ye), sifat-sifat mereka, bahkan… kebiasaan-kebiasaan mereka yang mungkin saja kita (pada awalnya) kurang suka.
Misalnya, kebiasaan mereka yang suka merokok (baca: perokok – Ye)… kita yang pada awalnya kurang suka dengan seorang perokok, kita menjadi bisa menerima itu.
(FYI… itu terjadi padaku. Jika aku berada di sekitar perokok, aku akan bisa menjadi bete. Tetapi, jika berada di dekatnya (yang sedang merokok)… tidak masalah.
Fine-fine ajah… tidak ada perasaan bete malah…)
Perempuan juga akan sangat mudah berkompromi terhadap apa yang sudah dilakukan oleh laki-laki (yang disayangi) terhadap dirinya. Walaupun mungkin bukan kali pertama laki-laki tersebut berbuat salah kepada perempuan itu, tetapi perempuan akan tetap memaafkannya. Walaupun laki-laki itu mengulang kesalahan yang sama.
Bahkan, jika seorang laki-laki menyakiti perempuan itu (dan lagi-lagi bukan untuk kali pertama), maka perempuan juga akan tetap memaafkan laki-laki itu. Pintu maaf bagi laki-laki itu akan selalu terbuka lebar… sangat lebar bahkan…
Semua itu karena perempuan mau berkompromi dengan laki-laki yang mereka sayangi… sangat mereka sayangi mungkin…
Selain itu, perempuan juga akan menjadi seorang yang penyabar jika sudah berhubungan dengan laki-laki yang mereka sayangi.
(lagi-lagi) Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:
sa·bar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: ia menerima nasibnya dng –; hidup ini dihadapinya dng –; 2 tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: segala usahanya dijalankannya dng –;
ber·sa·bar v bersikap tenang (tt pikiran, perasaan): hendaknya kita – dl menghadapi cobaan hidup;
me·nya·bar·kan v menenangkan perasaan (pikiran dsb); menenteramkan hati: sebaiknya kita – kedua orang yg sedang bertengkar itu;
ter·sa·bar a paling tenang (tidak mudah putus asa, marah, jengkel, dsb): ia termasuk gadis – di antara teman-temannya sekelas;
mem·per·sa·bar v menjadikan lebih sabar (tabah, tenang);
pe·nya·bar n orang yg bersikap tenang (tidak terburu nafsu dan tidak lekas marah): seorang – biasanya tidak cepat marah krn persoalan kecil;
ke·sa·bar·an n ketenangan hati dl menghadapi cobaan; sifat tenang (sabar): ia pun akan kehilangan -nya apabila diperlakukan tidak adil dan melampaui batas
*****
Dalam menghadapi laki-laki yang disayanginya, perempuan akan menjadi orang yang lebih sabar, sangat sabar bahkan…
Dia (baca: perempuan – Ye) akan bersabar… menyabarkan diri… mempersabar diri… dan pada akhirnya, seorang perempuan bisa menjadi orang tersabar.
Kesabaran seorang perempuan terbukti (terutama) jika berhubungan dengan laki-laki yang disayanginya.
Well… itu menurut pendapatku siy.
Nah… perempuan, sudahkah kalian berkompromi dan bersabar dengan laki-laki (yang kalian sayangi)?