RSS

[Curhatku] Maaf…

11 Feb

Beberapa hari yang lalu, aku menjaga jarak darinya (baca: mendiamkan dia). Pokok persoalannya adalah karena dia mengatakan sesuatu yang tidak enak untuk diucapkan (menurutku begitu). Bagiku, kata-kata itu seolah-olah mempermainkanku. Aku benar-benar marah pada saat itu. Lalu… aku mulailah aksi “menjaga jarak” itu – dan bertahan selama beberapa hari -.

Entah mengapa, ternyata di lain pihak, dia juga melakukan hal yang sama. Dia sama sekali tidak menyapaku, bahkan tersenyum padaku pun tidak. Aku mulai berpikir kembali, apakah yang kulakukan ini benar? Apakah aku atau dia yang salah? … dan banyak lagi. Dan… itu benar-benar membuatku (sedikit) tersiksa dan merasa cemas. Jangan-jangan memang benar dia marah padaku? …

Tapi, setelah beberapa hari… di suatu malam, ada kata-kata darinya (akhirnya) yang sedikit mencairkan situasi diantara dia dan aku. Dia meminta maaf atas semua kesalahannya yang (mungkin) membuatku marah… begitu katanya. Tiba-tiba saja… bresss… serasa ada air hujan yang menyiramiku begitu tahu kata-katanya itu. Walaupun aku tahu, apa yang terjadi sebenarnya juga bukan murni kesalahannya. Tapi… begitu dia mengatakan itu, hati ini serasa plong, tidak ada beban lagi.

Indahnya kata “Maaf“…

P.S: Maafkan aku juga kalau aku sudah berbuat kesalahan, yang membuatmu marah/jengkel.

 
Leave a comment

Posted by on February 11, 2008 in Curhatku

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: