RSS

[Curhatku] I Was Such A Fool

29 Apr

 I was such a fool…

 

Itu mungkin sekarang yang ada dalam pikiranku.

Jika sebelum-sebelumnya aku merasa bahwa duniaku runtuh (lebay banget ga siy… – ye). Aku merasakan bahwa ini semua hanya mimpi buruk…

Tapi, Alhamdulillah… berkat teman-temanku, aku bisa melalui ini semua. Teman-temanku memberikan semangat padaku, memberikan dukungan padaku… Thank you so much gals… You’re the best…

 

Mungkin sebelum ini, aku begitu bodoh dalam mengambil sikap. Begitu terburu-buru dalam mengambil tindakan. Begitu emosi pada saat menghadapi masalah itu. Begitu memainkan hatiku. Sehingga, akal sehatku tidak dapat ambil peran… (Kasihan akal sehatku yach…? -ye)

 

Pada saat itu, aku memang merasa tenggelam. aku menjadi lebih sentimentil. Sebentar-sebentar menangis. Cengeng sekali aku pada saat itu.

I was such a fool at that moment

 

Mengapa aku merasa begitu tenggelam pada saat itu? Entahlah… mungkin ego-ku sedang berperan besar pada saat itu. Ego yang mengatakan bahwa aku tidak bisa kalah. Aku tidak bisa diperlakukan seperti itu. Atau mungkin gengsi-ku juga ikut berperan serta pada saat itu, ditambah lagi ada emosi yang ikut bermain di sana.

Sehingga… Itu semua menutup logika dan akal sehatku. Semua sikapku itu menyebabkan orang-orang di sekitarku menjadi bingung, marah dan mangkel. Beberapa dari mereka mendukungku, tapi ada juga yang menyalahkan aku.

Terimakasih… Terimakasih sekali kepada kalian, baik yang mendukungku maupun yang menyalahkan aku. Karena itu semua membuatku sadar. Sadar yang sesadar-sadarnya, bahwa ini tidak seperti yang aku bayangkan. Bahwa duniaku tidak akan berakhir hanya karena masalah kecil seperti ini. Bahwa hidupku akan tetap terus berjalan, dengan atau tanpa adanya kejadian ini.

 

Setelah melalui pemikiran yang lumayan panjang… Akhirnya aku memutuskan untuk menghentikan ini semua. Aku memutuskan untuk berhenti melakukan hal yang sia-sia ini. Berhenti melakukan hal yang bodoh ini. Aku juga sudah lelah memikirkan hal ini.

Aku merasa bahwa aku masih bisa mendapatkan yang lebih baik dari yang sudah kudapatkan sekarang ini.

 

Aku anggap ini sebagai pelajaran yang diberikan TUHAN kepadaku. Sebuah hadiah yang kudapat dari TUHAN. Dengan hadiah ini, aku bisa mendapatkan pelajaran yang lebih lagi.

Mungkin juga TUHAN sedang memberikan peringatan kepadaku, bahwa apa yang telah aku lakukan itu tidak baik. Mungkin ini yang terbaik bagiku, yang diberikan oleh TUHAN.

 

Sekarang, setelah aku bisa mengambil keputusan ini, lega rasanya. Aku merasa tidak ada beban lagi. Aku bisa melangkah dengan lebih ringan, tanpa ada bayang-bayang tentang apa yang telah terjadi.

 

Ikhlas…? Mungkin aku sudah ikhlas dengan apa yang telah terjadi, tapi mungkin juga aku belum ikhlas, atau justru aku sedang dalam taraf mengikhlaskan semua itu.

Sabar…? Mungkin sekarang ini aku sudah lebih sabar. Lebih sabar untuk menghadapi hal-hal yang telah terjadi.

Tapi yang jelas, sekarang aku sudah lebih bisa menerima semuanya.

 

Terimakasih TUHAN karena kau telah memberikan ini semua padaku. Terimakasih teman-temanku, karena mau mendengarkan keluh kesahku. Terimakasih kepada orang-orang di sekitarku. Dan juga, terimakasih kepada dirimu yang telah memberikan semua pelajaran ini kepadaku. Pelajaran yang akan sangat berarti untukku. Thank you so much…

 

Sekarang aku sudah bisa melangkah lagi…

 

That’s just a silly thing… So, i’m gonna get over it.

Life goes on… With or without you…

 
Leave a comment

Posted by on April 29, 2008 in Curhatku

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: