RSS

[Curhatku] AKU, KAU dan DIA (Part 2)

07 Oct

*************************

Setelah lebih dari 150 hari kita bersama, melalui berbagai macam hal. Suka, duka, tawa, tangis… semuanya.

Tiba-tiba, minggu lalu KAU menyampaikan sesuatu yang membuat AKU kaget, bingung, shock, atau apapun namanya. Yang jelas, pada saat itu, AKU benar-benar terkejut mendengarnya.

AKU benar-benar tak menyangka bahwa akan datang kabar seperti itu. Dan AKU mendengarnya langsung dari KAU.

KAU juga mengatakan bahwa ada kemungkinan berita itu benar adanya, karena, pada saat AKU menanyakan tentang kebenaran berita itu, KAU pun tidak menampiknya.

“… mungkin…”, itu yang KAU katakan pada AKU.

Bagaikan dihantam oleh palu yang sebesar gunung, atau disambar petir di siang bolong. AKU menangis… benar-benar menangis.

Mungkin jika AKU bisa, AKU akan pingsan pada saat mendengar berita itu.

Pada saat itu, AKU juga menanyakan dan memohon kepada KAU untuk memberikan satu kesempatan pada AKU dan KAU untuk berjuang bersama-sama, memperjuangkan cinta yang ada di antara AKU dan KAU. Memperjuangkan apa yang sudah ada di antara AKU dan KAU, agar KAU memperjuangkan AKU. AKU juga ingin diperjuangkan oleh KAU, agar KAU juga dapat membuktikan bahwa KAU benar-benar mencintai dan menyayangi AKU.

Tapi, jawaban apa yang AKU dengar…?

KAU mengatakan bahwa KAU tidak dapat memenuhinya. KAU mengatakan bahwa KAU belum dapat melakukan itu, karena janji itu. KAU takut KAU tidak dapat memenuhi janji itu.

“… Aku belum bisa melakukan itu saat ini. Aku takut kalau aku nanti tidak dapat memenuhi janjiku itu…”, itu yang KAU katakan.

AKU pun sampai memohon kepada KAU,

“… Apa yang harus aku lakukan agar kau mau memperjuangkan ini semua? Haruskah aku bersujud di kakimu atau berlutut di hadapanmu, agar kau mau melakukannya?”.

Dan, KAU tetap mengatakan tidak bisa.

“ Apa yang harus aku lakukan, agar aku dapat menjadi wanita yang pantas untuk berada di sampingmu?… “, AKU sampai menanyakan itu kepada KAU.

Jujur saja, AKU benar-benar hancur, sakit dan terluka pada saat KAU mengatakan bahwa KAU belum bisa melakukan hal itu. KAU belum bisa berjuang bersama-sama dengan AKU, untuk memperjuangkan cinta yang ada di antara AKU dan KAU.

AKU sangat berharap KAU mengatakan bahwa KAU bersedia untuk berjuang bersama AKU.

“… Jika kau memperjuangkan aku sekarang, dan ternyata pada akhirnya kita tidak dapat bersama… paling tidak, aku akan merasa lega jika harus melepaskanmu untuk memenuhi janji itu, karena aku merasa sudah diperjuangkan… “

Tetapi, apa yang terjadi…? KAU tetap mengatakan tidak. KAU belum bisa melakukan itu semua. KAU belum bisa berjuang bersama dengan AKU, untuk memperjuangkan apa yang sudah ada di antara AKU dan KAU.

AKU sangat terluka, sangat sakit dan… sangat hancur. Mungkin rasa sakit, terluka dan hancur yang AKU rasakan kali ini, lebih dari yang pernah AKU rasakan sebelum-sebelumnya.

Atau mungkin sama dengan rasa sakit, hancur dan terluka yang AKU rasakan terakhir kalinya. Tapi, ini terjadi di saat AKU mulai belajar untuk bangkit lagi. Sehingga, rasa sakit, hancur dan terluka yang AKU rasakan seakan-akan menjadi berlipat ganda.

Sakit… sekali…

Hancur… berkeping-keping…

Terluka… perih…

Tapi, apa yang harus AKU lakukan lagi agar KAU bisa melakukan itu? Berjuang bersama-sama denganku, berjuang bersama-sama untuk memperjuangkan semua yang sudah ada di antara AKU dan KAU.

Sepertinya… Apapun yang terjadi, akan selalu ada bayang-bayang DIA di antara AKU dan KAU.

Betapa pun sayangnya AKU kepada KAU…

Betapa pun cintanya AKU kepada KAU…

Betapa pun juga sayangnya KAU kepada AKU…

Dan betapa pun juga cintanya KAU kepada AKU…

Akan selalu ada bayang-bayang DIA di antara AKU dan KAU.

KAU tidak akan dapat menyingkirkan bayang-bayang DIA.

Andai saja KAU tahu betapa besar rasa sakit, hancur dan terluka yang AKU rasakan… mungkin KAU akan dapat merasakan bahwa, di sini, di dalam permasalahan ini, yang paling terluka dan merasakan sakit adalah AKU. Mungkin benar yang KAU katakan, bahwa DIA juga merasakan sakit. Tapi, tak akan sebesar rasa sakit dan terluka yang AKU rasakan.

*************************

Kalau saja KAU mau berjuang bersama-sama dengan AKU… AKU sanggup. AKU sanggup untuk mendampingimu, menemanimu untuk berjuang bersama-sama…

*************************

 
Leave a comment

Posted by on October 7, 2008 in Curhatku

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: