RSS

[Ceritaku] Hujan…

11 May

Hari Minggu kemarin, 10 Mei 2009, hujan mengguyur kota Surabaya. Lumayan lama, sekitar 7 – 8 jam (well, sebenarnya tidak bisa dibilang “lumayan” yachYe).😀

Hujan hari Minggu itu, membuatku tidak bisa pergi kemana-mana. Bahkan, ada seorang teman kosku yang tadi pada saat berangkat cuaca sedang dalam keadaan yang “baik-baik” saja, eh… dia kembali pada saat keadaan sudah hujan. Kasihan…

Kemudian, sekitar pukul 13.00, ada sms dan telepon dari seseorang (yang sering saya ceritakan dalam cerita saya di blog ini – Ye). Saya baru mengetahui bahwa dia mengirimkan sms dan menelepon ke hape CDMA saya, maafkan saya yach karena baru mengetahuinya (Jangan marah yachYe).

Pada saat saya menelepon dia, saya sempat mengucapkan kalimat,

“Mbencekno, ujan… jadi ga bisa kemana-mana…”

(“Membencikan, hujan… jadi tidak bisa kemana-mana…” – Ye)

Kemudian, dia mengatakan ini,

“Lho? Koq benci…? Arep benci nang sopo? Benci nang sing nggawe udan ta? Ngawur ae…!”

(“Lho? Koq benci? Ingin benci ke siapa? Benci ke yang membuat hujan kah? Jangan asal…!” – Ye)

“Repot ancene menungso iku. Diwenehi udan ngersulo, diwenehi panas tambah ngersulo… Hhh…”.

(“Memang repot manusia itu… Diberi hujan mengeluh… Diberi panas juga tambah mengeluh… Hhh…” – Ye)

Deg… Jujur saja… Saya merasa seperti tertampar. Plaaakkk

Iya… saya benar-benar merasa seperti tertampar pada saat dia mengatakan itu.

“Betul juga…”, begitu pikir saya.

“Astaghfirullah hal’adzim…”, saya langsung beristighfar.

Kemudian, saya langsung minta maaf dan mohon ampunan kepada ALLAH SWT,

“Ya ALLAH… hamba tidak bermaksud mengatakan kata-kata itu dengan maksud dan tujuan untuk menghujatmu atau membencimu ya ALLAH… Maafkan dan ampuni hamba ya ALLAH…”.

Ya ALLAH… saya benar-benar tidak ada maksud apa-apa mengatakan hal itu tadi. Saya hanya mengungkapkan kekesalan atau kekecewaan saya pada saat itu, karena saya tidak bisa keluar dari kos untuk mencari makan. Bukan kekesalan atau bahkan kekecewaan kepada-MU Ya ALLAH. Saya benar-benar tidak ada maksud untuk membenci atau menghujat ALLAH SWT karena datangnya hujan.

Terimakasih kepada dirimu, karena telah menyadarkanku dari kekhilafanku. Terimakasih sekali…. Terimakasih banyak…

Sejak saat itu, saya bertekat akan selalu bersyukur apapun yang ALLAH berikan kepada saya… hujan… angin… panas…dingin… atau apapun itu…

InsyaALLAH…

P.S: Sedang mencoba dan belajar untuk lebih bersyukur lagi, atas apapun anugerah dan pemberian dari ALLAH SWT…🙂

 
5 Comments

Posted by on May 11, 2009 in Ceritaku

 

Tags:

5 responses to “[Ceritaku] Hujan…

  1. alamendah

    May 17, 2009 at 8:28 pm

    tiada yg lebih terasa indah selain ketika kita bisa bersyukur http://alamendah.wordpress.com/2009/05/14/air-tiga-rasa-di-rejenu/

     
  2. Yetti Suci Budihastuti

    May 18, 2009 at 12:51 pm

    @alamendah:
    iyah… semua terasa lebih indah ketika kita bersyukur atas apa yang sudah ALLAH SWT berikan kpd kita… papaun itu, kita harus mensyukurinya.😀

    P.S: thx 4 visiting my blog

     
  3. Konsultan Asuransi

    May 19, 2009 at 4:52 pm

    hujan lagi dingin lagi

     
  4. WANDI thok

    June 4, 2009 at 12:56 pm

    Bener mbak, manusia itu tempat mengeluh, serba kurang, serba ingin enak, serba kurang mau bersyukur. Coba bandingken dengan sewaktu nabi kita 7 tahun nggak ada hujan, nyang akhirnya para sahabat memohon kepada beliau untuk memintakan hujan, dan itu menjadi asbabul nuzulnya sholat istisqo’. Ato di daerah sepanjang kutub nyang hampir setahun/setengah tahun nggak bisa melihat terangnya matahari. Di Indon mah paling sebentar. Jadi harus lebih bersyukur mbak Yetty. ^O^

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: