RSS

[Ceritaku] Kebaikan ver 2.0

09 Sep

Pagi ini, sebelum berangkat ke kantor, aku berencana mampir ke pasar terlebih dulu untuk membeli daun pandan dan dawet, yang akan digunakan sebagai takjil buka puasa sore ini.

Tepat pukul 07.30 aku berangkat ke pasar. Sesampai di pasar, aku langsung berkeliling mencari penjual dawet dan daun pandan. Lalu, sampailah aku di satu kios, aku bertanya pada penjualnya,

“Pak… wonten pandan?” – Pak, ada daun pandan?

Bapak itu menjawab, “Mbonten gadhah Mbak, ngajeng niku.”

Tidak punya Mbak, depan situ ada

Lalu aku menuju suatu kios yang ditunjuk oleh Bapak itu tadi.

“Bu, wonten pandan?”, tanyaku. – Bu, ada daun pandan?

“Wonten Mbak, mundhut pinten?”, jawab ibu itu. – Ada Mbak, beli berapa?

“Pintenan Bu?”, tanyaku lagi. – Berapaan Bu?

“500an”, jawab ibu itu, sambil menunjukkan seikat daun pandan.

“Setunggal pinten?”, tanyaku. – Satu berapa?

“Nggih seiket niki. Kagem ndamel napa to Mbak?”, tanya ibu itu lagi.

Ya satu ikat ini. Untuk dibuat apa to Mbak?

“Kagem ndamel dawet Bu.”, jelasku. – Untuk membuat dawet Bu

Lalu, tak lama kemudian, ibu itu memberikanku 2 lembar daun pandan.

Kutanya, “Pinten menika Bu?” – Berapa ini Bu?

And… you know what???

Ibu itu menjawab, “Mpun, mboten sah Mbak…” – Sudah, tidak usah Mbak

Aku melongo… “Wow, ibu ini serius?”, pikirku.

“Lho, Bu…?”, tanyaku heran.

“Sampun… Mboten napa-napa.”, jawab ibu itu sambil tersenyum.

Sudah, tidak apa-apa

“Matur suwun nggih Bu…”, jawabku dengan penuh rasa terima kasih. – Terima kasih banget Bu

Dan aku berlalu dari kios ibu itu.

Ya ALLAH… Subhanallah… Terima kasih Ya ALLAH…

Pagi-pagi aku sudah mendapatkan kebaikan. Pagi-pagi aku sudah mendapatkan berkah dan anugerah dari-MU.

Ternyata, masih ada orang (baca: penjual – ye) yang baik. Ibu itu tidak memikirkan berapa kerugian yang akan ibu itu terima dengan memberikanku beberapa lembar daun pandan yang dijualnya.

Mungkin aku tidak bisa membalas apa-apa atas kebaikan ibu itu. Semoga ibu itu mendapatkan balasan dari ALLAH SWT.🙂

Amin…

PS: So Guys… Es Dawet yang akan jadi takjil buka puasa ntar sore… sepertinya akan terasa saaaaa… ngat manis.😉

 
2 Comments

Posted by on September 9, 2009 in Ceritaku

 

Tags:

2 responses to “[Ceritaku] Kebaikan ver 2.0

  1. Coretan Aprillia

    September 9, 2009 at 8:52 am

    mesakne sampeyan
    paling pas beli kamu masang jurus tampang melas
    iya to? hehehe
    ya semoga saja kebaikan ibu itu dibalas-Nya
    balaslah dengan mendoakannya bu’😀

     
    • Yetti Suci Budihastuti

      September 9, 2009 at 9:18 am

      @Coretan Aprillia:

      Hu uhm… koq ngerti qm… hehehehe…. tampang melas mode on…
      :))

      iyo, Alhamdulillah… pagi2 dah ada kebaikan…
      iyah… aq cuma bisa mendoakan ibu itu…🙂

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: