RSS

[Curhatku] Surabaya, February 03rd, 2010

04 Mar

Hhh… kuhela nafas panjangku, sambil mendudukan diriku di kursi di dalam kamarku. Di depan meja, aku menghadap ke cermin kecilku, sambil memandangi wajahku.

Hari ini, entah sudah kali yang keberapa aku terkena insomnia lagi – well, aku menyebutnya insomnia. Aku tak tahu apakah ini bisa digolongkan dalam insomnia atau tidak –. Aku kembali mengalami kesulitan tidur. Semalam, aku baru bisa berusaha memejamkan mata pada jam setengah dua–an – well, yah… sekitar itu lah… –. Aku mencoba memejamkan mataku. Dan alhasil, aku hanya bisa tidur tidak lebih dari 2 jam (lagi). Itu pun bukan tidur yang sebenarnya atau tidur yang enak ataupun nyenyak. Tapi tidur yang berkali–kali terbangun.

Tapi, Alhamdulillah… masih bisa tidur walaupun sebentar (sekali).  :D

Hhh… Lagi–lagi kuhela nafasku… panjang… Kuperhatikan wajahku di cermin. ”Apa iya aku tambah kurus lagi?”, pikirku. Apakah aku memang menjadi semakin kurus, seperti yang dibilang oleh Mbak N pagi ini? Entahlah… – and actually, i don’t really care about it🙂

Kembali kupandangi wajahku di cermin. Kucoba mengingat–ingat kembali apa yang terjadi beberapa hari yang lalu. Review

Aku merasakan marah dan kecewa – terhadap seseorang –. Hhh… kembali aku menarik nafas panjang. Berbagai macam pertanyaan muncul di kepalaku. ”Salahkah?”, ”Haruskah?”, ”Wajar ga sich?”…

Dan pada akhirnya, aku menyadari sesuatu. Jawaban dari semua pertanyaanku itu mengacu kepada satu jawaban… TIDAK. Ya… jawabannya adalah itu.

Salahkah?”, gaGa salah koq.

Haruskah?”, ga juga… Ga harus.

Wajar ga sich?”, ehm… gaGa wajar juga sich.

Selama beberapa hari itu juga, aku introspeksi diri – lebih introspeksi diri lagi, lebih tepatnya begitu –. Tidak salah memang aku merasa marah dan kecewa. Tidak harus juga aku merasakan itu. Dan juga, tidak wajar pula jika aku merasa marah dan kecewa.

Kenapa begitu? Karena, semakin lama aku semakin menyadari. Aku sudah berusaha mempercayai seseorang dengan tulus, dan tidak salah sebenarnya aku mengharapkan kepercayaannya juga. Tidak salah juga jika aku marah dan kecewa karena seseorang tidak memberikan hal itu kepadaku.

Tetapi, ternyata… Jika kita sudah memberikan sesuatu – kepercayaan maksudnya – kepada seseorang itu dengan tulus (dari dalam hati)… janganlah mengharapkan balasan. Jangan berharap akan mendapatkan balasan yang sama. Karena, jika kita tidak mendapatkannya, justru kita akan merasakan kekecewaan. Sesuatu yang dilakukan dengan hati, pastilah kita tidak mengharapkan balasan. Jika kita mendapatkan balasan juga, Alhamdulillah. Tetapi, jika tidak pun tidak apa–apa. Ya ga…?!well, itu pemikiranku sich… hehehe

Naah… itulah yang aku sadari sekarang. Aku mempercayai seseorang dengan tulus, dan tidak seharusnya juga aku mengharapkan balasan (yang sama). Aku mempercayainya sepenuh hati, dan kepercayaan itu tak pernah berkurang. Jadi, tidak wajar juga jika aku pada akhirnya marah. Karena, aku mempercayainya tulus dari dalam hatiku yang terdalam.

Yaa Allah…

Maafkan hamba karena hamba telah marah…

Maafkan hamba karena hamba telah merasa kecewa…

Ampuni hamba Yaa Allah…

Kembali aku memandangi pantulan wajahku di cermin. Mencoba untuk tersenyum (kembali). Terimakasih Yaa Allah…

* Backsound: Untitled by Maliq n D’Essential *

 
Leave a comment

Posted by on March 4, 2010 in Curhatku

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: