RSS

[Curhatku] Haruskah Kupendam (Lagi)?

16 Dec
Menunggumu

Menunggumu

Seharian itu, seulas senyum tersungging di bibirku. Sepanjang hari, senyum itu tak pernah lepas dari bibirku. Hatiku berdebar-debar. Dag… dig… dug… dag… dig… dug…

Kau mengatakan kau akan mampir ke rumah, meski tak lama. “Aku nanti ke rumahmu, tapi mungkin tak bisa lama-lama.

Aku pun mengatakan, “Iya… Tidak apa-apa.”.

Bagiku, tak masalah meski kau hanya mampir sebentar, barang beberapa menit. Meski hanya sekejap, tak mengapa. Yang penting aku bisa bertemu denganmu. Kerinduan yang sudah lama kurasakan dan kupendam ini, dapat terobati, meski sedikit.

Kusiapkan semua untuk menyambut kedatanganmu. Kubuatkan makanan kesukaanmu. Tak lupa, secangkir teh manis hangat.

Selesai menyiapkan itu semua, aku pun mempercantik diriku, agar aku tak nampak memalukan di hadapanmu. Kusemprotkan parfum yang hanya kupakai ketika aku bersamamu.

Selesai shalat maghrib, semuanya telah siap, baik makanan dan minuman untukmu maupun diriku.

Kutunggu dirimu di teras rumah. 5 menit… 10 menit… 20 menit… 30 menit…

Kau tak kunjung datang. Tapi, aku tetap menunggumu di teras rumahku.

Tak berapa lama, handphone-ku berbunyi. Sebuah pesan masuk, darimu. Kau mengatakan kau tak bisa mampir ke rumahku karena kau ada keperluan mendadak.

Lemas seluruh badanku. Tak terasa, air mata menetes di pipi.

Kerinduan yang selama ini kupendam, haruskah kupendam lagi?

Dan aku pun… Masih menunggumu di teras rumahku…

 
Leave a comment

Posted by on December 16, 2011 in Curhatku

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: