RSS

[Ceritaku] Masih… Bukan Siapa-siapa…

23 Apr

Petang ini, selesai kumandang adzan Maghrib, buru-buru kau ambil air wudhu, dan kembali ke kamar untuk melaksanakan shalat Maghrib.

Assalamu’alaykum warahmatullahi…

Selesai kau melaksanakan shalat, seperti biasa kau akan berdoa dan membaca Quran.

Tapi, entah mengapa hari ini ada sedikit perbedaan dibanding hari-hari biasanya.

Selesai berdoa, kau termenung. Terdiam. Cukup lama. Melamunkah kau?

Ehm… Entah apa yang ada dalam pikiranmu saat itu. Aku tak mengerti.

Tak berapa lama, kau raih Quran di samping tempat tidurmu. Kau baca. Tapi tak berapa lama, kulihat punggungmu mulai bergetar. Kian lama kian kencang.

Oh… Tidak… Kau teteskan lagi air mata yang selama ini kau simpan.

Kau usap air mata yang mulai menetes deras di pipimu. Berkali-kali.

Tidak… Tidak… Jangan menangis lagi. Tolong…”, teriakku. Dan tentu saja kau tak kan mendengar suaraku.

***

Malam itu, tiba-tiba aku merasa badanku ringan sekali. Seolah-olah terbang.

Dan kudapati badanku memang benar-benar terbang.

Yeay… Aku terbang…”, pekikku saat itu.

Tapi, tunggu… Tunggu dulu… Bukan… Bukan…

Ternyata aku bukan terbang. Tapi hanya berpindah tempat. Kemana?

Sekarang aku berpindah tempat ke dalam pelukanmu. Yah… dalam pelukanmu. Erat. Sangat erat bahkan.

Tes… Tes…

Tak terasa badanku mulai basah oleh air. Air matamu yang turun lagi. Kali ini, membasahi badanku.

Mbil… Aku benar-benar mencintainya. Aku sayang banget sama dia. Ya Allah… Aku kangen banget dengannya….”, ucapmu di sela-sela tangismu.

Sejujurnya… pingiiiinnnn banget ketemu sama dia Mbil… pingiiiinnn… I need him now… I do… Ya Allah…”, ucapmu. Masih di sela-sela tangisanmu.

Dan aku… masih tetap seperti biasa.

Terpaku. Terdiam. Membisu di dekatmu. Tanpa ada yang bisa kulakukan.

Siapa sich aku? Aku bukan siapa-siapa. Yah… Aku bukanlah siapa-siapa, atau bahkan apa-apa. Karena aku adalah sebuah pemberian darinya, yang selalu kau jaga dengan sepenuh hatimu.

Tak ada yang bisa kukatakan. Kalau pun ada, yang ingin kukatakan padamu adalah,

Sabarlah… Bersabarlah sebentar lagi. Dia pasti akan di sisimu. Menemanimu. Menjagamu. Tunggulah saat itu tiba…

 
Leave a comment

Posted by on April 23, 2012 in Ceritaku

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: