RSS

[Ceritaku] Jangan Melaluinya Sendirian…

24 Jul

***

Gambar ini diambil dari www.google.co.id

Assalamu’alaykum…

Wa’alaykum salam warahmatullahi wabarakatuh…”, jawabku sambil menyambut kedatanganmu. Tak lupa kucium tanganmu.

Tak ada kata lain terucap dari bibirmu. Dan kau pun berlalu begitu saja…

***

Hari ini, kau nampak lain, Sayang…”, tanyaku padamu.

Ehm… Masak sich? Biasa aja koq…”, jawabmu sambil tersenyum simpul dan melanjutkan membaca koran.

Ya. beberapa hari terakhir ini kau terlihat sangat berbeda dari hari-hari biasanya.”, batinku. Perih sekali rasanya.

Dan kita sama-sama terdiam. Tak ada sepatah kata keluar dari bibirku, pun bibirmu. Tak terasa air mataku menetes.

***

Tepat 1 bulan keanehan sikapmu, akhirnya malam ini, ketika kau sedang duduk di depan televisi dan membaca koran, ku duduk di sebelahmu. Kugenggam jemarimu. Pelan.

Sayang… Aku tidak akan memaksamu untuk menceritakan permasalahan yang sedang kau hadapi. Aku yakin, jika waktunya tepat, kau pasti akan mengatakannya.

Kuhela nafasku.

Kau tutup koran yang kau baca.

Aku mungkin bukanlah seorang yang pandai memberikan masukan atau solusi or whatever it is. Tapi, aku adalah seorang pendengar yang baik. Kau bisa menceritakan apapun kepadaku. Dan satu yang pasti Sayangku… Aku akan selalu berada di sampingmu melalui itu semua…

Kau terdiam. Hanya hembusan nafasmu yang kudengar.

Dan aku, mulai meneteskan air mata.

Jangan memendam itu sendirian Sayang… Aku sedih melihatmu seperti ini. It’s killing me watching you like this. It makes me cry every night. It feels like I don’t have the power to do anything for you…

Aku mulai terisak.

Kau masih terdiam. Hembusan nafasmu yang masih terdengar.

Tetapi, tiba-tiba… kurasakan kehangatan yang kurindukan selama ini.

Kau rengkuh badanku, dan kau bawa aku dalam pelukanmu. Kau peluk aku erat. Erat sekali.

Maafkan aku, Sayang. Aku tak tahu apa yang terjadi pada diriku. Aku merasa lelah. Lelah sekali… Ada banyak hal dalam pikiranku. Pekerjaan, kita… entahlah… rasanya aku ingin menyendiri… Atau lari dari itu semua…”, katamu.

Sayang… Aku tahu… Aku paham… Tapi, ingatlah bahwa kamu punya aku di sini. Jangan melalui itu semua sendirian Sayang…”, kataku. Dan, aku memelukmu lebih erat.

Ya Sayangku… Cintaku… jangan melalui itu semua sendirian. Just don’t. Aku di sini untuk menjadi kekuatanmu. Aku di sini untuk mendampingimu, dan menjadi tua bersamamu, Cintaku. For better, for worse…”, kataku dalam hati.

 
Leave a comment

Posted by on July 24, 2012 in Ceritaku

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: