RSS

[Ceritaku] Maaf… Istana Pasirnya…

08 Apr

istana pasir_smallKayla, seorang gadis kecil berumur 5 tahun, sedang diajak berlibur ke pantai oleh orang tuanya. Sungguh senang hati Kayla diajak berlibur ke pantai, tempat favoritnya.

Setibanya di pantai, Kayla bermain-main dengan ombak yang mendekati pantai. Ketika ombak kecil itu datang mendekati bibir pantai, Kayla berlari menjauh. Tawa riang terdengar dari bibirnya yang mungil.

Bosan bermain kejar-kejaran dengan ombak, Kayla duduk di atas pasir pantai.

Bikin istana pasir ah…”, pikir Kayla.

Dan sebelum niatnya terlaksana, tiba-tiba datanglah seorang bocah kecil laki-laki sebayanya mendekatinya.

Hai, aku Andi…”, kata bocah laki-laki itu mengajaknya berkenalan.

Mau bikin istana pasir ya? Yuk aku bantuin…”, tawarnya. Dan disambut anggukan penuh semangat oleh Kayla. Senyum tipis tersungging dari bibir mungilnya.

Tak lama, istana pasir itu jadi. Tapi, malang sekali… ombak datang tiba-tiba dan menerpa istana pasir yang mereka buat. Hancurlah istana pasir itu. Sedih sekali Kayla, karena istana pasir itu hancur lebur.

Maaf…”.

Dibikin lagi aja yuk istana pasirnya…”, ajak Andi. Dan disambut dengan anggukan kepala mantab oleh Kayla.

Tapi, kenyataannya… Hanya Kayla seoranglah yang membangun istana pasir itu. Sendiri. Ya… Sendiri. Kemana Andi? Ada. Dia ada di dekat Kayla, tapi dia hanya sesekali membantunya membangun istana pasir itu. Tak banyak bantuan yang diberikan. Andi lebih banyak diam dan memandanginya.

Mungkin Andi lagi capek…”, batin Kayla mencoba memakluminya.

Istana pasir kedua yang dibuat itu, jauh lebih bagus daripada istana pasir pertama yang hancur oleh ombak. Bahagia rasanya hati Kayla melihatnya. Tersenyum puas dia.

Namun… Tak lama berselang, ombak kembali datang dan menerpa istana pasir itu. Kayla sudah berusaha sekuat tenaga melindungi istana pasir itu. Tapi apalah dayanya… Ombak itu sedemikian kuatnya, hingga tetap saja istana pasir itu hancur. Tak berbentuk.

Dan Andi, sekali lagi mengatakan, “Maaf… Kita bikin lagi aja ya istana pasirnya…”.

Kayla mengangguk. Lemah.

.

.

.

Dan… hal yang sama terjadi berulang-ulang. Istana pasir yang sedang dibangun oleh Kayla. Andi yang tak banyak membantu. Lebih sering duduk, diam dan memandangi. Ombak yang datang tak diduga dan menghancurkan istana pasir. Kayla yang meneteskan air mata karena hancurnya istana pasirnya. Kata “Maaf” yang keluar dari bibir Andi.

Entah sudah berapa kali hal itu terjadi.

Hingga…

.

.

.

Ketika istana pasir, yang entah sudah dibangun yang keberapa kalinya, jadi. Dan seulas senyum manis terukir di wajah mungil Kayla. Meski dalam hati dia juga was-was, akankah sang ombak kembali menghancurkan istana pasirnya itu?!

Syukurlah… kali ini ombak gak bikin istana pasir kita hancur ya, Andi”, kata Kayla pada Andi, sambil tersenyum. Manis.

Iya… Bagus ya istana pasirnya. Kamu senang?”, jawab Andi.

Hu uhm… Seneng banget.

Oia, kalo ntar ada ombak lagi, bantuin halangin ya, Ndi… Biar istana pasirnya gak hancur lagi…”, kata Kayla.

Iya… Pasti…”, sahut Andi. Mantab.

Sekali lagi, seulas senyum tersungging di bibir Kayla yang mungil.

Tak lama… Ombak yang ditakuti pun datang.

Lebih besar dari ombak yang sebelum-sebelumnya.

Kayla pun bersiap melindungi istana pasir itu. Diberikan punggungnya untuk menghalangi ombak itu mengenai istana pasirnya.

Namun…

Ketika dia menolehkan kepalanya ke sebelah kiri… Tak ada sosok Andi yang berjanji padanya untuk bersama-samanya melindungi istana pasir itu. Tak ada sama sekali.

Kemana Andi?”, pikir Kayla.

Ternyata, Andi tetap saja duduk di pinggir pantai itu. Diam dan memandangi ombak yang menerpa Kayla dan istana pasirnya. Tanpa melakukan apa-apa.

Sebelum sempat Kayla memanggil Andi untuk membantunya, ombak telah berhasil menghancurkan istana pasir itu.

Dan… hancurlah istana pasir itu. Bukan karena Kayla tidak melindunginya sekuat tenaganya. Tapi, karena usaha dan pengorbanan Kayla untuk melindungi istana pasir itu tak diiringi usaha dan pengorbanan pula dari Andi, yang berjanji akan membantunya melindungi istana pasir itu jika ombak datang.

Kecewa.

Lemas.

Terduduk di atas pasir.

Menangis. Hanya itu yang bisa dilakukan Kayla saat ini.The_Crying_Eyes_VIII_by_slightlyxlovely

Dan lagi-lagi…

Maaf…

Kata-kata yang keluar dari bibir Andi.

😦

 

 
Leave a comment

Posted by on April 8, 2013 in Ceritaku

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: