RSS

[Curhatku] A House Is Not A Home…

08 Apr

Small_HouseRumah itu, meski belum seutuhnya jadi, tetapi sudah terbayang akan kenyamanannya. Dengan senyum tersungging tipis di bibir, dan ucapan basmalah, akhirnya kuputuskan untuk mengambilnya.

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Bukan tanpa resiko aku memutuskan mengambilnya, sebuah rumah mungil yang terletak di pinggiran kota. Sebuah rumah mungil, yang kubeli dengan penuh harap.


Meski itu berarti bahwa akan semakin jauh pula dengan pusat kota, tempat dimana aku mengais rezeki, demi terwujudnya rumah penuh harap ini.

Dengan resiko, makin banyak yang harus kukorbankan demi terwujudnya rumah mungil itu, yang akan terisi dengan harap… tentangmu dan tentang kita.

Tapi tak mengapa. Aku rela mengambil resiko itu. Demi rumah penuh harap ini.

Hari berganti minggu.

Minggu berganti bulan.

Selalu kupenuhi dengan harapan. Tak hanya ke dalam hatiku, pun ke dalam rumah mungil itu.

Hingga waktunya kutempati rumah mungil itu.

Alhamdulillahirabbil’alamiin…

Masih… terus kuisi rumah mungil itu dengan harap… Harapan tentangmu, tentangku, dan tentang kita. Seperti yang pernah kuutarakan padamu. Seperti yang pernah kita bicarakan bersama.

Namun…

Tak lama berselang… Segala hal yang kukumpulkan demi rumah mungil itu, bagaikan terbuang sia-sia, terlupakan percuma.

Rumah mungil itu pun bagaikan kehilangan cahayanya. Rumah mungil itu pun kini hanya bagai seonggok bangunan tanpa nyawa. Setelah segala harap yang dibangun untuk mewujudkan dan mengisi rumah mungil itu, diabaikan begitu saja.

Rumah mungil itu, tetap terlihat kokoh berdiri tegak… Nampak dari luar.

Tetapi, sangat rapuh yang sebenarnya… Di dalamnya.

Kini…

Memasuki rumah mungil itu, tak lagi senyaman awalnya. Yang terasa kini hanyalah kehampaan. Kekosongan. Seolah rumah mungil itu mengurai air mata yang tiada hentinya. Seolah rumah itu menanggung rasa sakit yang tak tertahankan lagi.

TUHAN…

Benarkah rumah mungil itu kini serapuh ini?

Benarkan rumah mungil itu akan segera hancur?

TUHAN…

And now… this house is not a home anymore…😦

 
Leave a comment

Posted by on April 8, 2013 in Curhatku

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: