RSS

[Curhatku] Bagai Mencincang Air(?)

18 Jun

Peribahasa seperti pada judul saya di atas, “Bagai Mencincang Air”, pasti sudah pernah didengar khan? Paling tidak ketika jaman sekolah dulu, pelajaran Bahasa Indonesia tentang peribahasa. Untuk arti peribahasa itu sendiri – Bagai Mencincang Air – rasanya juga pasti sudah familier.

Melakukan pekerjaan yang sia-sia

Yah… Kurang lebih seperti itulah arti peribahasa tersebut.

Kali ini, setelah sekian lama saya tidak posting tulisan apapun dalam blog saya ini, saya ingin menuliskan sesuatu. Well… mungkin ini akan terkesan bahwa saya curcol, tapi… Whatever… Mungkin memang benar seperti itu.

Menangani suatu hal, bahkan dipercaya untuk “memimpin”, pasti menjadi suatu kebanggaan untuk diri sendiri. Semacam “pencapaian diri” menurut saya.

Proud? Yes. Busy? Of course. Exhausted? Absolutely YES!

Exhausted? How so?

Begini, suatu “aturan” atau “prosedur” whatsoever, pastinya dibuat untuk dilaksanakan, bukan?! Yup. Betul sekali!

Gambar diambil dari www.google.com

Tetapi, ada kalanya “aturan” atau “prosedur” itu tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya – kalau tidak boleh saya  bilang “dilanggar” atau “tidak dilaksanakan sama sekali” -. Saya sebenarnya paham bahwa di mana pun, di dunia ini, tidak ada “aturan” atau “prosedur” yang betul-betul dilaksanakan 100% murni tanpa adanya kemelencengan (pardon my language :p – Ye).

Saat “aturan” atau “prosedur” itu melenceng dari seharusnya, apa yang akhirnya dilakukan? Ya “membenahi” di sana sini – kalau tidak boleh saya sebut dengan “merekayasa” :p.

Pernah tahu rasanya selalu melakukan “rekayasa” seperti itu, repeatedly, over and over again? Exhausted, isn’t it? That’s what I feel, exactly.

Lalu, apa donk gunakan mendapatkan “status” atau “pengakuan” dari hasil “aturan” atau “prosedur” itu, kalau ternyata untuk mendapatkannya harus selalu melakukan “rekayasa”? Well, at least… is that hard to obey the rules or procedures, even for one or two rules/procedures? Why don’t we all have the same thinking that it will make us better and better at the future? L

Huuufffftttt…..

Bagai Mencincang Air”… Saya rasa tepat sekali untuk menggambarkan kondisi itu.

 
Leave a comment

Posted by on June 18, 2014 in Curhatku

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: